Selasa, 07 Februari 2012

Geo 8 Pengaruh Posisi & Letak Geografis


Pengaruh Posisi dan Letak Geografis Terhadap Perubahan Musim Di Indonesia

a. Pengaruh Gerak Semu Matahari
1. Bumi bergerak mengelilingi matahari disebut revolusi
2. Bumi juga berputar pada porosnya. Kondisi ini mengakibatkan matahari seolah bergerak bolak-balik di sekitar garis balik balik utara (23030 LU) dan garis balik selatan (23030’ LS). 


Fenomena inilah yang kemudian disebut gerak semu matahari, gerakan ini membuat :
1. adanya perbedaan panas matahari yang diterima permukaan Bumi. 
2. tempat-tempat yang berada pada lintang tinggi lebih sedikit menerima panas matahari daripada  tempat-tempat pada lintang rendah.

Berdasarkan perbedaan inilah terjadi klasifikasi iklim matahari menurut Supan dan Rubner. Posisi lintang Indonesia berada pada lintang 11015’ LS – 6008’ LU. Berdasarkan klasifikasi iklim menurut Span dan RubnerIndonesia mempunyai iklim tropika yang mempunyai dua musim, yaitu musim kemarau dan hujan.
b. Pengaruh Tiupan Angin
Di wilayah Indonesia bertiup beberapa jenis angin. Ada yang bersifat lokal, ada pula yang bersifat regional atau dengan cakupan wilayah yang lebih luas. Angin tersebut diantaranya angin muson barat dan angin muson timur.



1. Angin Musim (Muson) Barat (Desember – April)
Pada musim Barat pusat tekanan udara tinggi berekembang diatas benua Asia dan pusat tekanan udara rendah terjadi diatas benua Australia sehingga angin berhembus dari barat laut menuju Tenggara. Di Pulau Jawa angin ini dikenal sebagai Angin Muson Barat Laut. Musim Barat umumnya membawa curah hujan yang tinggi di Pulau Jawa. Angin ini melewati Samudera Pasifik dan Samudera Indonesia serta Laut Cina Selatan. Karena melewati lautan tentunya banyak membawa uap air dan setelah sampai di kepulauan Indonesia turunlah
hujan. Setiap bulan November, Desember, dan Januari Indonesia bagian barat sedang mengalami musim hujan dengan curah hujan yang cukup tinggi.



2. Angin Musim (Muson) Timur (April - Oktober)
 Pada musim Timur pusat tekanan udara rendah yang terjadi diatas Benua Asia dan pusat tekanan udara tinggi diatas Benua Australia menyebabkan angin behembus dari Tenggara menuju Barat Laut. Di Pulau Jawa bertiup Angin Muson Tenggara. Selama musim Timur, Pulau Jawa biasanya mengalami kekeringan.


Indonesia sering menyebutnya sebagai musim kemarau. Di antara kedua musim, yaitu musim penghujan dan kemarau terdapat musim lain yang disebut Musim Pancaroba (Peralihan). Peralihan dari musim penghujan ke musim kemarau disebut musim kemareng, sedangkan peralihan dari musim kemarau ke musim penghujan disebut musim labuh. Adapun ciri-ciri musim pancaroba (peralihan), yaitu antara lain udara terasa panas, arah angin tidak teratur, sering terjadi hujan secara tiba-tiba dalam waktu yang singkat dan lebat.



3. Angin Musim Peralihan (Maret – Mei dan September – November)
 Periode Maret – Mei dikenal seagai musim Peralihan I atau Muson pancaroba awal tahun, sedangkan periode September – November disebt musim peralihan II atau musim pancaroba akhir tahun. Pada musim-musim Peralihan, matahari bergerak melintasi khatulistiwa, sehingga angin menjadi lemah dan arahnya tidak menentu.



4.Angin Lokal
 Angin ini bertiup setiap hari, seperti angin darat, angin laut, angin lembah dan angin gunung.Angin lokal dapat di jelaskan sebagai berikut :


a. Angin darat : angin yang berhembus dari darat ke laut, biasa terjadi malam hari dan sering di pergunakan nelayan untuk menangkap ikan.




b. Angin laut : angin yang berhembus dari laut ke darat, biasa terjadi pada siang hari dan saat bertiupnya angin laut, para nelayan pulang dari penangkapannya.




c. Angin lembah : Angin dari lembah, terjadi pada siang hari, terjadi karena tekanan udara di lembah lebih tinggi dari pada di puncak gunung.


d. Angin gunung : Angin dari gunung, terjadi pada malam hari, terjadi karena tekanan udara di lembah lebih rendah dari pada di puncak gunung, sehingga angin bertiup dari puncak gunung menuruni lereng menuju ke lembah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar